Home > DR Tips for FSQ > DR Tips for FSQ : Validasi, Apa Bedanya dengan Verifikasi?

DR Tips for FSQ : Validasi, Apa Bedanya dengan Verifikasi?

Istilah kadang memang membingungkan. Dalam sistem manajemen keamanan pangan terdapat istilah validasi dan verifikasi. Tahukah Anda bedanya?

Untuk memudahkan pemahaman Anda, mari kita bahas contoh berikut. Pada saat melakukan studi HACCP, tim Anda metapkan proses pemanasan sebagai CCP yang merupakan tindakan pengendalian untuk bahaya mikroba patogen. Kemudian ditentukanlah kombinasi suhu dan waktu minimal sebagai critical limit.

Kemudian Anda bertanya kepada Tim HACCP, “Bagaimana kita yakin bahwa critical limit (suhu dan waktu) tersebut bisa menjamin produk akhir kita tidak mengandung bahaya patogen?” Tim HACCP menjawab, “Sebelum diterapkan, kita pastikan dulu tindakan pengendalian ini akan mampu mencegah patogen di produk akhir.”

“Bagaimana caranya?” Anda melanjutkan.

“Ada beberapa cara”, Tim HACCP menjelaskan, “Yang pertama, kita cek di literatur. Berdasarkan referensi dari literatur, suhu dan waktu minimal tersebut mampu membunuh mikroba pada produk yang sejenis dengan produk kita”.

“Yang kedua, kita melakukan simulasi produksi dalam jumlah kecil, parameter suhu dan waktu dikendalikan sesuai critical limit, kemudian produk hasilnya kita uji lab. Jika patogennya masih dalam batas yang aman sesuai dengan acceptable level, berarti tindakan pengendalian ini bisa dierapkan.”

“Kita juga bisa melakukan hal yang sama pada saat kondisi produksi normal. Bahkan sebenarnya untuk memastikan keefektifan tindakan pengendalian ini kita bisa menggunakan model matematis untuk melakukan perhitungan kecukupan panas untuk menurunkan jumlah patogen sampai acceptable level.”

Cara-cara yang dijelaskan oleh Tim HACCP tadi sebenarnya adalah validasi tindakan pengendalian. Dengan kata lain, validasi tindakan pengendalian dapat dikatakan sebagai cara untuk memastikan bahwa suatu tindakan pengendalian (contoh : CCP pemanasan dengan critical limit suhu dan waktu), jika nantinya diterapkan, akan mampu mengendalikan bahaya sampai acceptable level.

Atau lebih sederhananya, Validasi adalah pembuktikan (SEBELUM penerapan) bahwa “jika critical limit terjaga maka acceptable level tercapai”.

Lalu, bagaimana dengan verfikasi?

Ketika validasi sudah dilakukan oleh tim dengan salah satu atau beberapa metode di atas, dan menunjukkan bahwa tindakan pengendalian tersebut valid (mampu mencapai tujuannya mengurangi mikroba patogen sampai acceptable level), maka selanjutnya tindakan pengendalian tersebut diimplementasikan.

Setelah implementasi sebuah CCP, tentunya Anda ingin mengetahui (1) apakah tindakan pengendalian tersebut diimplementasikan sesuai rencana; (2) apakah tindakan pengendalian itu efektif mencapai tujuannya. Anda bisa mengetahui ini dengan melakukan verifikasi. Caranya antara lain dengan :
1. melakukan review terhadap record CCP
2. melakukan kalibrasi terhadap peralatan yang digunakan untuk mengukur CCP
3. melakukan pengujian produk akhir

Di luar verifikasi terhadap CCP, verifikasi juga harus dilakukan untuk sistem keamanan pangan secara keseluruhan dengan cara antara lain :
1. Audit sistem keamanan pangan (internal maupun eksternal)
2. Audit implementasi PRP
3. Verifikasi diagram alir
4. Memastikan bahwa bahaya di produk akhir tidak melebihi aceptable level
5. Verifikasi prosedur lain yang berhubungan dengan sistem keamanan pangan

Verifikasi dilakukan untuk memastikan apakah sistem sudah diterapkan sesuai perencanaan dan efektif mencapai tujuan. Verifikasi dilakukan SETELAH implementasi.

Advertisement
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.